ilmu "ngerem", tausiyah dari ustad yusuf mansyur ke ustad asep supriatna

 Semalam Allah memberi keindahan pertemuan yang luar biasa. Meski sudah sering melihat sosoknya baik di TV, youtube, bahkan di beberapa acara yang beliau isi, tapi tadi malam Allah memberi kesempatan untuk berbincang langsung dengan beliau. Ya, beliau adalah Ust. Yusuf Mansur. Orangnya cair banget, ramah dan sangat rendah hati. Hal itu terlihat dari sekitar 2 jam kami berbincang sambil makan malam di salah satu resto di Kota Bogor. Jumpa dengan orang hebat itu harus dimafaatkan untuk menggali ilmu dan pengalaman. Nah, tadi malam ilmu berharga yang saya dapatkan dari beliau adalah ilmu “ngerem” hidup. Penasaran kan maksudnya apa? Mari sedikit saya sharingkan di tulisan hari ini.

Kalau kita berkendara, rem itu berfungsi untuk apa? Ya, untuk mengurangi laju/kecepatan kendaraan kita. Bahkan untuk menghentikan kendaraan menjadi laju 0 km/jam. Rem ini sangat penting untuk mengendalikan laju kendaraan kita baik ketika di tikungan atau bahkan ketika ada bahaya di depan kita. Bisa kita bayangkan jika di depan kita ada kendaraan yang mendadak berhenti tapi kita telat menginjak pedal rem. Kecelakaan pasti tak terhindarkan.

Hidup pun harus kita kendalikan lajunya. Ust Yusuf Mansur tadi malam menjelaskan bahwa kalau kita mau berkembang harus punya dan menyempatkan diri untuk berhenti. Ya, berhenti dari rutinitas dan aktivitas. Untuk apa? Untuk berpikir dan belajar. Untuk merenungkan apa yang harus kita lakukan ke depan. Berpikir langkah strategis apa yang harus diciptakan agar gerak hidup kita lebih bermanfaat.

Bagi saya, ini jleb banget. Beliau menasihati, “Antum jangan terus menerus ngisi bolak-balik keluar kota. Kurangi.” Kurang lebih begitu beliau berpesan kepada saya malam tadi. “Apa sih yang antum kejar? Harta? Harta untuk siapa? Keluarga bukan? Kalau antum sering keluar kota, istri dan anak-anak jadi jarang kita jumpai. Lalu harta yang kita dapatkan untuk apa?” beliau melanjutkan. Beliau kembali berpesan bahwa sudah saatnya kita berhenti untuk mengendalikan hidup dan aktivitas. Belajar dan berpikir.

Ya, saya jadi kembali tersadar. Beberapa waktu ini, meski jadwal tidak sepadat sahabat juga guru saya yang lain kalau mengisi training dan kajian di luar kota, nasihat Ust Yusuf Mansur ada benarnya juga. Sebagai seorang trainer, manggung sudah jadi makanan sehari-hari bahkan menjadi hobi. Kalau kita sering dan terbuai dengan panggung, kita bisa lupa untuk belajar. Kalau kita sibuk untuk tampil, kita bisa abai untuk melatih diri. Ya, saya harus mengendalikan laju hidup saya. Saya harus berani berhenti untuk melakukan yang lain. Berhenti sejenak tampil, bukan untuk istirahat tapi untuk melatih dan belajar juga berpikir.

Bagaimana Anda, siapkah Anda mengatuh laju hidup Anda? Siapkah Anda juga ngerem hidup Anda? Ust. Yusuf Mansur berpesan, “Kita jadi orang kudu pinter ngerem.” Coba renungkan keseharian Anda, bisa jadi kita sibuk bekerja dan berbisnis sementara ilmu tak pernah nambah. Coba perhatikan lebih seksama, bisa jadi kita sibuk ngisi di sana dan di sini, tapi ilmu dan tsaqafah Islam tak jua menambah. Bisa jadi kita mengira sibuk, tapi sebenarnya kita tak bernilai tambah banyak. Saatnya kita mengendalikan hidup, saatnya mengendalikan laju aktivitas kita, saatnya kita ngerem hidup kita. Kita harus pandai ngerem untuk perbaikan hidup kita. Berhenti sejenak untuk berpikir dan belajar lebih baik. Setuju?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "ilmu "ngerem", tausiyah dari ustad yusuf mansyur ke ustad asep supriatna"

Posting Komentar